Tips Membedakan Razia Kendaraan Resmi Atau Ilegal

Tips Membedakan Razia Kendaraan Resmi Atau Ilegal

Tips Membedakan Razia Kendaraan Resmi Atau Ilegal – Beberapa orang pengunjung trendoto pasti pernah merasakan terjaring razia kendaraan tak terduga ? Agar tak terjadi hal tersebut tentunya sebagai pengendara yang baik kita harus mematuhi ketertiban ketika berkendara. Ketertiban tersebut meliputi dari mematuhi rambu-rambu lalu lintas sampai surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK pun jangan sampai terlewatkan. Namun setelah ditemuka beberapa kasus kenakalan oknum polisi yang melakunan razia secara ilegal hanya untuk kepentingan sepihak, maka kita sebagai pengendara juga harus pintar-pintar untuk membedakan manakah razia kendaraan resmi atau ilegal agar kita tidak dirugikan tentunya.

cara membedakan razia kendaraan resmi atau ilegal

Tips Membedakan Razia Kendaraan Resmi Atau Ilegal

Seperti yang dilansir dari salah satu situs berita nasional menyatakan bahwa empat anggota Polsek Tembalang, Semarang, Jawa Tengah, dijatuhi sanksi setelah diketahui anggota tersebut melanggar kedisiplinan dengan menggelar razia lalu lintas di luar wilayah hukumnya yakni di wilayah perbatasan antara kabupaten Semarang dan Temanggung.

Berawal dari kejadian tersebut, para pengamat kepolisian menghimbau masyarakat untuk lebih teliti ketika pihak kepolisian menggelar razia kendaraan dengan menanyakan,

“ini operasi atau apa pak ?.

Masyarakat juga berhak untuk menanyakan surat perintah dari razia tersebut. Bila operasi tersebut resmi maka petugas tidak akan merahasiakan tujuan dari razia tersebut dan akan memberitahu secara rinci. Kalau resmi pasti ada surat perintah operasi (razia) dari atasan sehingga jelas waktu, tempat, sasaran dan biaya yang dikeluarkan. Terorganisir dan terstruktur. Jika masyarakat tidak kritis menanggapi kejadian diatas maka ditakutkan oknum polisi yang nakal akan semakin banyak untuk mencari keuntungan dari kesalahan pengendara.

Tips Membedakan Razia Kendaraan Resmi Atau Ilegal

Selain itu menurut salah satu ahli hukum dari situs hukum online menyatakan,

Pemeriksa yang melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan wajib dilengkapi dengan surat perintah tugas yang dikeluarkan oleh (Pasal 13PP42/1993):

  1. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas polisi negara Republik Indonesia;
  2. Menteri untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa Pegawai Negeri Sipil

Disebutkan lagi dalam Pasal 14 PP 42/1993 bahwa surat peintah tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 sekurang kurangnya memuat;

    • Alasan dan jenis pemeriksaan;
    • Waktu pemeriksaan;
    • Tempat pemeriksaan;
    • Penanggung jawab dalam pemeriksaan;
    • Daftar petugas pemeriksa;

Daftar pejabat penyidik yang ditugaskan selama dalam pemeriksaan.

Selain pasal diatas, pasal berikut ini juga wajib dijalankan oleh petugas pada suatu operasi yakni Pasal 15 ayat (1) s/d (3) PP 42/1993 yang menyebutkan bahwa pada tempat pemeriksaan wajib dilengkapi dengan tanda yang menunjukkan adanya pemeriksaan kendaraan bermotor.

Tanda dimaksudkan harus ditempatkan pada jarak sekurang-kurangnya 100 meter sebelum tempat pemeriksaan (razia). Untuk pemeriksaan yang dilakukan pada jalur jalan yang memiliki lajur lalu lintas dua arah yang berlawanan dan hanya dibatasi oleh marka jalan, tanda harus diletakkan pada jarak sekurang-kurangnya 100 meter sebelum dan sesudah tempat pemeriksaan kendaraan. Sedangkan untuk pemeriksaan yang dilakukan pada malam hari, tidak hanya tanda saja yang harus tersedia, lampu isyarat bercahaya kuning terang juga wajib dipasang seperti yang dijelaskan dalam Pasal 15 ayat [4] PP 42/1993.

Petugas pemeriksanya sendiri pada saat melakukan  pemeriksaan wajib menggunakan atribut sebagaimana ditentukan dalam Pasal 16 PP 42/1993 sebagai berikut:

  1. Pemeriksa yang melakukan tugas pemeriksaan wajib menggunakan pakaian seragam, atribut yang jelas, tanda-tanda khusus sebagai petugas pemeriksa, dan perlengkapan pemeriksaan.
  2. Pakaian seragam, atribut, tanda-tanda khusus dan perlengkapan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan oleh: (a. Kepala Kepolisian Republik Indonesia, bagi pemeriksa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a; b. Menteri, bagi pemeriksa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf b.)

Itulah tadi ulasan yang dapat Trendotomotif.com bagikan untuk Anda semua, semoga dengan adanya artikel diatas dapat mengindarkan Anda dari oknum polisi yang tidak bertanggung jawab. Intinya jika Anda ingin selalu terhindar dari razia ilegal adalah yang terpenting selalu lengkapi surat-surat dalam berkendara, patuhi lalulintas serta gunakan motor yang sesuai dengan standar keselamatan berkendara. Terimakasih.

 

1 Photos of the Tips Membedakan Razia Kendaraan Resmi Atau Ilegal

Tips Membedakan Razia Kendaraan Resmi Atau Ilegal
Pabrikan Mobil Recall Produk Besar-besaran
Honda Jazz Airbrush Terbaik
Honda Jazz Airbrush Terbaik