Thailand Krisis, Toyota telah Alihkan Produksi ke RI?

Thailand Krisis, Toyota telah Alihkan Produksi ke RI? –  Tokyo – Industri manufaktur otomotif adalah sebuah industri terbesar ketiga di negara Thailand. Industri ini telah dihitung untuk menyumbang 10 persen dari produk domestik bruto negara itu dengan jumlah penjualan total dengan mencapai 2,5 juta unit mobil untuk per tahun. Thailand juga telah dijuluki Detroit dari Timur.

Pabrikan-pabrikan mobil Jepang telah berinvestasi di negara Thailand dalam beberapa dekade yang terakhir dan serta menjadikan negara itu sebagai sebuah basis produksi untuk ekspor otomotif. Mobil merek Jepang telah menguasai 80 persen pasar domestik Thailand, atau yang telah terbesar di Asia Tenggara.

Dalam jangka pendek, pabrikan mobil Jepang yang memang tidak mungkin untuk mengalihkan sebuah produksi ke negara lain. Namun tetapi, dalama jangka panjang para produsen “kuda besi” itu harus menata ulang sebuah strategi manufaktur globalnya.

Toyota memproduksi satu dari sepuluh mobilnya di negara Thailand dan saat ini telah berencana untuk menambah investasinya dengan sebesar sekitar 20 miliar baht (US$ 609 juta) untuk dapat menambah kapasitas produksi dari 200 ribu unit untuk menjadi 1 juta unit untuk per tahun di Thailand. Rencana itu telah ditargetkan terealisasi dalam tiga tahun yang mendatang.

Nissan dan serta Mitsubishi Corp juga telah menetapkan negara Thailand untuk sebagai basis produksi mobil kecil untuk kemudian untuk diekspor ke negara-negara tetangga, terutama di ASEAN, dan serta otomotif itu untuk dapat mengalihkan basis produksinya ke negara lain. “Itu akan menjadi langkah strategi jangka panjang mereka,” ujar dari Shingo Ikeda, pemimpin Roland Berger Strategy Consultants untuk wilayah ASEAN, seperti yang telah dikutip Reuters, tanggal 22 Januari 2014.

Indonesia yang telah memiliki jumlah penduduk empat kali lebih banyak jika dibanding dengan Thailand telah diperkirakan akan menjadi pasar otomotif yang terbesar di ASEAN dalam waktu lima tahun mendatang. Ryuichiro Inoue, profesor dari Tokyo City University dan serta pakar industri otomotif, telah mengatakan Indonesia adalah merupakan negara alternatif yang paling memungkinkan bagi pabrikan Jepang untuk dapat mengalihkan produksinya dari Thailand. Sebab, pabrikan Jepang sudah berinvestasi di Indonesia dan juga biaya tenaga kerjanya relatif murah.

“Toyota telah memiliki kelonggaran untuk dapat memindahkan basis produksinya ke Indonesia sehingga akan dapat menambah jumlah produksi Thailand,” ujarnya.

Sebagai contoh, dia telah menyatakan, Toyota bisa mengalihkan produksi mobil akan serbaguna (MPV)-nya yang telah diberi nama IMV. Mobil itu telah dikembangkan dengan sebagai model global dengan sebuah struktur dan serta komponen yang sama di dunia. Dengan begitu, relatif sangat mudah jika ingin memindahkan produksi IMV dari negara Thailand ke Indonesia.

0 Photos of the Thailand Krisis, Toyota telah Alihkan Produksi ke RI?

AHM Siapkan Penantang R15, Honda CBR150R Lokal?