Peugeot-Dongfeng telah Sepakat Tambah Modal US$ 5,5 M

Peugeot-Dongfeng telah Sepakat Tambah Modal US$ 5,5 M  – Pabrikan otomotif asal negara Prancis, PSA Peugeot Citroen, telah mencapai sebuah kesepakatan dengan Dongfeng Motor Corporation, pabrikan mobil asal dari Cina, dalam soal penambahan modal senilai 4 miliar euro (US$ 5,5 miliar). Menurut dari beberapa sumber Reuters, tambahan modal itu akan dapat memperdalam akan kerja sama untuk kedua perusahaan itu.

Seperti yang dilansir Reuters, pada hari Kamis, tanggal 13 Februari 2014, perjanjian itu telah dijadwalkan akan segera dipresentasikan kepada dewan direksi Peugeot pada tanggal 18 Februari mendatang, dan telah berbarengan dengan penandatangan nota kesepahaman.

Bisnis Peugeot babak belur akibat dari anjloknya pasar Eropa yseiring krisis di kawasan itu dalam beberapa tahun terakhir ini. Peugeot sendiri telah melanjutkan bisnisnya dengan sebuah jaminan 7 miliar euro dari pemerintah Prancis. Kini Peugeot telah membutuhkan sebuah dana segar untuk dapat mengoperasikan bisnisnya.

Penjualan saham Peugeot kepada Dongfeng dan serta pemerintah Prancis akan dapat membuat sebuah perusahaan bisa untuk bertahan setelah sebelumnya telah gagal untuk mencapai akan sebuah kesepakatan dengan General Motors, pabrikan mobil asal negara Amerika Serikat.

Rencana kerja sama bisnis itu akan dapat membuat Peugeot dan serta Dongfeng akan memperluas usaha patungannya, termasuk meningkatkan kerja sama penelitian dan pengembangan. Langkah itu telah seiring dengan sebuah target Peugeot untuk dapat berekspansi di dalam pasar Asia Tenggara.

Peugeot telah melakukan sebuah pembicaraan dengan Dongfeng untuk selama berbulan-bulan untuk dapat meyakinkan bahwa Dongfeng dan serta pemerintah Prancis telah mendapatkan jatah saham yang sama di Peugeot, yakni 14 persen.

0 Photos of the Peugeot-Dongfeng telah Sepakat Tambah Modal US$ 5,5 M

Kumpulan modifikasi motor ceper ekstrem
Modifikasi Mobil Tua Klasik
Modifikasi Mobil Tua Klasik
Harga Motor Yamaha Terbaru 2014
Harga Motor Yamaha Terbaru 2014
Indonesia Berpotensi Menjadi Raja Otomotif di Asia Tenggara