Jurus Aman Mengendarai Sepeda Motor Di Jalan

Jurus Aman Mengendarai Sepeda Motor Di Jalan

Jurus Aman Mengendarai Sepeda Motor Di Jalan -Di era globalisasi seperti sekarang, di setiap aktifitas kehidupan memerlukan adanya ketepatan dan kecepatan dalam bertindak. Begitu juga dengan masalah waktu, dalam hal ini efisiensi waktu dibutuhkan agar efektifitas hidup dapat semakin tinggi. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam mengefektifkan waktu yaitu dengan cara menggunakan sepeda motor.  Selain cepat sepeda motor juga lebih praktis, ekonomis dan mudah dalam penggunaannya. Namun sayangnya pengendara sepeda motor ternyata menduduki peringkat yang tertinggi dalam kasus kecelakaan kendaraan bermotor. Sehubungan dengan hat tesebut maka perlu adanya pengetahuan tentang jurus mengendarai sepeda motor supaya tetap aman dijalan. Pengetahuan bekendara tersebut bukan hanya untuk keamanan diri sendiri saja melainkan juga untuk oang lain. Untuk itu Tendotomotif.com akan memberikan beberapa jurus aman dalam mengendarai sepda motor dijalan :

berkendara yang aman

Contoh berkendara yang aman

1. Persiapan berkendara

pemeriksaan komponen sepeda motor

Contoh pemeriksaan komponen sepeda motor

Pada dasarnya bukan hanya sepeda motor saja yang harus memerlukan persiapan untuk berkendara dijalan, melainkan seluruh kendaraan pun juga memerlukan persiapan tersebut. Dalam hal ini persiapan berkendaran yakni dengan mengecek seluruh komponen kendaraan apakah komponen-komponen yang ada di kendaraan yang akan digunakan tersebut memiliki kondisi yang baik. Bila tidak, jangan menganggap enteng masalah tesebut sebaiknya langsung saja dilakukan perbaikan atau penggantian pada komponen tersebut supaya tidak membahayakan perjalanan anda. Komponen yang wajib anda perhatikan yaitu meliputi pengeremannya apakah befungsi dengan baik, rodanya tidak rusak, tekanan angin mencukupi, lampu utama dan sein berfungsi dengan baik, posisi kaca spion yang tepat, bahan bakar dan oli yang cukup serta rantai.

2. Gunakan pelindung diri

perlengkapan berkendara

Contoh perlengkapan berkendara

Dalam berkendara sebaiknya gunakanlah selalu celana dan baju panjang karena dengan menggunakan celana dan baju panjang merupakan baju yang tepat bagi para pengendara motor. Setidaknya dengan menggunakan celana dan baju panjang dapat meminimalisir terjadinya luka dari gesakan dengan permukaan jalan jika terjadi kejadian terburuk yaitu kecelakaan.

Selain itu tangan dan kaki juga perlu menggunakan pelindung dengan menggunakan sarung tangan dan sepatu. Pengendara yang membiarkan tangan dan kakinya terbuka akan cenderung cepat lelah dari pada pengendara yang menggunakan sarung tangan dan sepatu. Karena gesekan tangan dan kaki dengan udara/angin mengakibatkan energi dari pengendara motor dapat berkurang secara cepat. Akibatnya akan menimbulkan menurunnya daya konsentrasi dalam berkendara, hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan pengendara sepeda motor.

Mengingat kepala adalah bagian tubuh paling utama. Pemakaian helm merupakan hal yang wajib digunakan bagi semua pengendara motor. Pemakaian helm juga tidak terbatas pada jarak berkendara saja, walaupun dekat maupun jauh tetap harus menggunakan helm. Mayoritas kematian yang terjadi pada kecelakaan kendaraan bermotor yaitu bermula dari kelalaian si pengendara maupun pembonceng tidak menggunakan helm yang baik dengan tepat. Pastikan selalu helm yang digunakan adalah helm yang sudah teruji berstandar nasional atau berlabel SNI. Pastikan juga pada setiap pemakaian helm, tali pengikatnya harus terkancing dengan benar.

3. Sikap berkendara

posisi berkendara yang baik

Contoh posisi berkendara

Duduk diatas sepeda motor dan segera mengendarai, harus dilakukan dengan baik. Luruskan badan, pandangan mengarah kedepan, rapatkan kedua lutut serta biarkan tangan, kaki dan punggung dalam keadaan santai.

Apapun alasannya jangan mengangkat kedua kaki dan menumpangkan ketempat lain. Kaki yang tidak pada tempatnya akan mempersulit melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk menghindari kecelakaan. Sesekali lakukanlah pengereman, agar kaki tetap siap untuk melakukan pengereman jika kondisi mendesak.

Jangan menggunakan motor lebih dari dua orang.  Jangan membawa barang-barang besar maupun barang yang ringan. Pada dasarnya sepeda motor didesain hanya untuk dikendarai maksimal dua orang, dan juga bukan untuk kendaraan angkut barang. Gunakanlah sepeda motor sesuai fungsinya, melanggar penggunaan yang semestinya hanya akan menimbulkan kerugian pada diri sendiri. Sepeda motor akan cepat rusak dan terlebih lagi dapat membahayakan keselamatan jiwa.

4. Jaga jarak berkendara

jarak antar pengendara sepeda motor berdasarkan kecepatan

Contoh jarak antar pengendara sepeda motor berdasarkan kecepatan

Setiap penggunaan sepeda motor pada kecepatan tertentu, pastinya membutukan jarak tertentu pula, begitu juga pada kendaraan yang berjalan berada didepannya. Sehingga ketika terjadi pengereman dapat memberi ruang yang cukup agar tidak menabrak kendaraan didepannya. Sehubungan dengan hal itu pengendara perlu mengamati kecepatan berkendara dan menyesuaikan dengan jarak yang harus ada pada kendaraan di depannya. Semakin tinggi kecepatan maka semakin jauh jarak antar kendaraan yang perlu dipersiapkan oleh pengendara. Ketidak sabaran pengendara untuk memberi jarak, pada akhirnya hanya akan menimbulkan terjadinya kecelakaan dan sangat berpotensi menjadi kecelakaan beruntun.

 5. Tetap waspada dan bersiap menghadapi kecelakaan

Banyak pengendara sepeda motor merasa yakin akan kemampuan/tehnis dalam berkendaranya sehingga merasa tidak mungkin terjadi kecelakaan pada diinya. Sikap tersebut hanya akan menciptakan keteledoran dan kurang behati-hati.  Semahir apapun cara dalam berkendara tetap perlu waspada dan bersiap-siap seolah akan terjadi kecelakaan. Besar kemungkinan kecelakaan terjadi karena kelalaian pengendara lain, akan tetapi jika kita lebih waspada maka dapat memperkecil kemungkinan terlibat dalam kecelakaan tersebut. Jika terjebak dalam situasi mendesak untuk melakukan pengereman, lakukanlah pengereman dengan rem depan serta disusul dengan pemakain rem belakang. Sebaiknya hindari pemakain rem depan saja atau belakang saja, karena jika menggunakan satu rem saja hanya akan menimbulkan ban tergelincir dan dapat terjadi kecelakaan.

6. Patuhi rambu-rambu lalu lintas

Dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas di sepanjang perjalanan hal ini akan lebih membuat pengendara terhindar dari kecelakaan lalu lintas. Perhatikan saat melewati persimpangan jalan terutama pada persimpangan tanpa lampu lalu lintas. Jika akan berbelok nyalakan lampu sein dengan jarak yang tidak terlalu dekat, kurangilah kecepatan dan lihat kaca spion secara cermat. Nalakan juga lampu sein ketika akan berpindah jalur dan jangan lupa mematikan lampu sein jika sudah ada pada posisi jalur yang diinginkan. Lupa mematikan lampu sein mengakibatkan pengendara lain menjadi kesulitan memperkirakan pergerakan kendaraan. Pengendara sepeda motor sebaiknya menggunakan jalur lambat.

Selain dari jurus bekendara sepeda motor yang dijabarkan diatas, menyiapkan surat surat berkendara seperti SIM dan STNK juga tak kalah penting, serta lakukanlah pengendalian emosi di setiap perjalanan. Emosi yang mudah terpancing juga dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan. Bagi Anda para orang tua, jangan perbolehkan anak Anda untuk bekendara sepeda motor jika masih belum cukup umur. Jangan lupa tetap bedoa memohon kepada yang Maha Kuasa agar terhindar dari musibah dijalan. Terimakasih sudah membaca tips bekendara dari Trendotomotif.com semoga artikel diatas dapan menhindarkan Anda semua dari musibah kendaraan bermotor.

5 Photos of the Jurus Aman Mengendarai Sepeda Motor Di Jalan

Jurus Aman Mengendarai Sepeda Motor Di JalanJurus Aman Mengendarai Sepeda Motor Di JalanJurus Aman Mengendarai Sepeda Motor Di JalanJurus Aman Mengendarai Sepeda Motor Di JalanJurus Aman Mengendarai Sepeda Motor Di Jalan